Singa Yang Malas

Tigor adalah seekor singa jantan yang malas. Ia tidak pernah membersihkan tubuhnya. Kakinya dibiarkan penuh lumpur. Surainya yang panjang dan tebal selalu kusut. Sekor burung pipit tertarik untukmembuat sarang di situ. Ia menaruh jerami kering di surai Tigor dan menyusunnyamenjadi sarang yang nyaman.
Tigor tidak merasa terganggu dengan kesibukansi Burung Pipit. Si Burung Pipit pun kemudian bertelur dan mengeram. Tak lama kemudian muncullah anak-anak pipit yang lucu.
Setiap merasa lapar, anak-anak pipititu mencicit-cicit. Tetapi, Tigor tak merasa terganggu. Ia membiarkannya saja. Iatidak berusaha melemparkan mereka dari surainya, seperti saran teman-temannya. Sebaliknya, ke mana pun pergi, ia membawa sarang itu. la menyayangi burung-burung kecil itu. Setiap kali bersua dengan hewan lainnya, ia menegakkan kepalanya seolah memamerkan anak-anak pipit itu.
Pada suatu hari, Tigorberjalan-jalan. Di tengah jalan, ia bertemu dengan seekor singa betina yang cantik. Tigor langsung tertarik dan ingin mengundang singa betina itu makan bersamanya.
Singa betina itu menatap Tigor.
"Tidak. Aku tak sudi pergi bersamamu. Kau kotor, menjijikkan," ujarnya mencemooh. Ia lalu bergegas meninggalkan Tigor.
Tigor tersinggung mendengar hinaannya. Hatinya terluka. Ia lalu menemui ibunya untuk meminta nasihat.
"Ibu ...." panggil Tigor.
Ibu Tigor mengawasi anaknya yangamat kotor. Matanya membelalak, ketika ia melihat sebuah sarang pada surai anaknya. "Kau benar-benar malas, Tigor! Kenapa tak kaurawat badanmu hingga kotor begini!" tanya ibu Tigor dengan galak.
Tigor diam saja.
Ibunya langsung bertindak. Ia mengambil sarang dari surai Tigor. "Tempatnya bukan di sini. Tapi di sana!" katanya sambil memindahkan sarang itu ke atas pohon. Lalu, ibu Tigor memandikan anaknya, menggosok badannya dan menyikat surainya. Dua jam lamanya Tigor tersiksa dengan perlakuan ibunya. Tetapi, ia diam saja. Ia ingin tampan dan menarik.
Kini, Tigor sudah rapi dan bersih. Badannya mengkilap. Surainya megar dan menawan.
"Terima kasih, Ibu!" ujarTigor sambil mengagumi ketampanannya. "Aku berjanji akan rajin merawat diri!"
Ibunya tersenyum senang.
Mulai saat itu, Tigor rajin bersolek. Penampilannya rapi dan tampan.
Suatu siang, ia bertemu lagi dengan SingaBetina yang cantik yang pernah disapanya.
"Selamat siang!" sapa Tigor sopan.
Singa betina itu memandangnya dan tersenyum ramah.
"Kalau kau tak keberatan, aku ingin mengundangmu makan!"
"Senang sekali mendengarnya," jawab si Singa Betina bahagia.
Akhirnya, Tigor berhasil mengundang si Singa Betina idamannya. Dalam perjalanan, singa betina itu bercerita,"Aku bangga sekali berjalan bersamamu. Kau tampan dan gagah. Sebelumnya,ada singa jantan mengundangku. Aku langsung menolaknya. Sebab ia kotor dan menyebalkan. Yang menggelikan, ada sebuah sarang pada surainya. Lucu bukan?"
Tigor meringis. Dalam hati ia merasa geli. Sebab, temannya itu tidak menyadari bahwa singa jantan itu adalah dirinya. Tentu saja ia tidak membongkar rahasianya. Malu kan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

baju pramuka

Shawn Mendes Stitches

Scary mouth pop up card